Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Vol 8, No 2 (2020)

Pengaruh Kombinasi Mulsa-Pupuk Terhadap Erosi Tanah pada Lahan Kentang dengan Aplikasi Bio-Arang dan Guludan Horizontal

Krissandi Wijaya (Program Studi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED))
Masrukhi Masrukhi (Program Studi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED))
Purwoko Hari Kuncoro (Program Studi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED))
Arief Sudarmaji (Program Studi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED))
Susanto Budi Sulistyo (Program Studi Teknik Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED))
Akhmad Syariffianto (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 Aug 2020

Abstract

Guludan horizontal (searah kontur) telah terbukti sangat efektif menurunkan laju erosi tanah pada lahan kentang, namun efektifitasnya dalam meningkatkan kualitas tanah maupun produktivitas tanaman yang optimal perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi mulsa dan pupuk terhadap erosi dan kehilangan nutrisi tanah pada lahan kentang dengan aplikasi bio-arang dan guludan horizontal. Sebanyak 6 demplot kentang (6 m x 3 m) dengan aplikasi bio-arang (5 ton/ha) dan guludan horizontal (5 lajur) disiapkan masing-masing untuk perlakuan mulsa plastik-pupuk organik (MPO), mulsa jerami-pupuk organik (MJO), tanpa mulsa-pupuk organik (TMO/kontrol), mulsa plastik-pupuk anorganik (MPK), mulsa jerami-pupuk anorganik (MJK), dan tanpa mulsa-pupuk anorganik (TMK/kontrol). Laju aliran permukaan (runoff) dan kehilangan tanah (soil loss) pada setiap demplot diukur pada setiap kejadian hujan dengan menggunakan kolektor sedimen, serta kadar N-total dan P-total-nya dianalisis di laboratorium masing-masing dengan menggunakan metode Kjeldahl dan Kolorimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPK mampu menahan laju runoff dan soil loss lebih baik daripada yang lain atau masing-masing 11.9-18.1% dan 41.8-48.1% lebih efektif dibanding kontrol. Lebih jauh, MPK dapat menekan kehilangan N-total dan P-total lebih signifikan daripada yang lain atau masing-masing 30.1-38.9% dan 31.9-44.8% lebih baik dibanding kontrol. Dengan demikian, MPK dipandang sebagai kombinasi yang sesuai untuk budidaya kentang dengan aplikasi bio-arang dan guludan horizontal.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

jkptb

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Control & Systems Engineering Electrical & Electronics Engineering Energy Mechanical Engineering

Description

Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology ...