Pengakuan iman Nicea-Konstantinopel sering dipahami hanya sebagai hasil dari pergulatan pemikiran teologis dari para bapa gereja kita di masa lalu dan mengabaikan adanya kuasa politik yang memengaruhinya. Perpaduan antara pemikiran teologis dan kuasa politis dalam proses penyusunannya membuat pengakuan iman Nicea-Konstantinopel menjadi unik dan membuat kita sebagai generasi gereja modern di masa kini perlu mempertanyakan arti kehadiran kuasa politik yang sering memengaruhi hasil-hasil keputusan gereja untuk memberikan keuntungan bagi kepentingan politis mereka.
Copyrights © 2020