Semiotika: Jurnal Komunikasi
Vol 12, No 1 (2018): Semiotika : Jurnal Komunikasi

STEREOTIP PEREMPUAN CALON LEGISLATIF DALAM WACANA MEDIA MASSA ONLINE DI TAHUN POLITIK

Edy Prihantoro (Ilmu Komunikasi, Universitas Gunadarma)



Article Info

Publish Date
23 Apr 2019

Abstract

ABSTRAK Stereotip wanita berpolitik pada tahun politik merupakan fenomena yang penting. Fenomena ini banyak di bahas dalam 10 tahun terakhir, seiring dengan dibukanya kesempatan perempuan untuk dapat berkiprah dalam dunia politik. Dalam UU No. 2/2008 yang menetapkan partai harus menyertakan 30% perempuan dalam kepengurusan. Kemudian juga dalam UU No. 10/2008 yang menetapkan partai harus mencalonkan 30% perempuan dalam daftar calon dan menempatkan minimal 1 perempuan di antara 3 nama calon. Kajian perempuan berpolitik dalam media bersinggungan pada kondisi umum yang berkaitan dengan terjadinya kecenderungan hegemoni pemaknaan atas realitas oleh pihak yang lebih dominan atau media terhadap pihak yang kurang dominan yaitu publik termasuk dalam hal berpolitik. Teori sikap memberikan kerangka untuk memahami system kekuasaan. Teori sikap membantu mengilustrasikan kesentralan komunikasi baik dalam membentuk dan menyalurkan sikap. Selain itu, teori ini menunjuk pada kegunaan komunikasi sebagai alat dalam mengubah status quo dan menghasilkan perubahan.Foucault (1982) menyatakan bahwa melalui wacana, seseorang dapat merealisasikan kuasa digunakan untuk “mengalahkan” pihak lain. Atas dasar asumsi tersebut, Foucault meyampaikan konsep wacana sebagai refleksi relasi kuasa dalam konteks sosial, yang memunculkan perspektif fungsional dalam analisis bahasa (Halliday & Hassan 1984) dan paradigma analisis wacana kritis (AWK) yang, antara lain, dikembangkan oleh  van Dijk (1993, 2008, 2009) dan Fairclough (1995, 2001).   Kompas.comdipilih sebagai media rujukan, karena selama ini cukup independent dalam menyajikan berita politik.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan jawaban atas peran media nasional inidalam mengkonstruksikan peran gender terhadap pembaca  dan bagaimana gender tersebut berperan dalam marginalisasi dan stereotype kaum perempuan dalam sektor publik, terutama dalam dunia politik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah analisis wacana kritis dengan pendekatan kualitatif dan konstruktivisme. Temuan data dianalisis berdasarkan struktur tertentu yang ditentukan, yaitu  kelengkapan struktur kalimat yang dianalisis melalui analisis wacana kritis Van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan adanya marginalisasi dan stereotype kaum perempuan dalam sektor publik, terutama dalam dunia politik di Indonesia.Kata kunci: perempuan berpolitik, media, analisis wacana kritis

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

semiotika

Publisher

Subject

Arts Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Jurnal Ilmiah “SEMIOTIKA” diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi – Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISH), Universitas Bunda Mulia secara rutin dan berkala sesuai dengan periode terbit per semester (6 bulan), yaitu bulan Juni dan Desember. Redaksi jurnal “SEMIOTIKA” membuka ...