INFOKAM
Vol 3, No 2 (2007): INFOKAM Edisi 1 Tahun 3 2007 (Sept)

BIAS GENDER DALAM ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Pudji Astuti, Tri Marheni (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Mar 2013

Abstract

Berbicara tentang persoalan gender sebenarnya adalah menyangkut konstruksi sosial antara lakilaki dan perempuan dalam masyarakat, sehingga sangatlah tidak tepat jika gender diartikan hanya untuk perempuan. Wacana ini mengedepan pada sekitar tiga dasawarsa terakhir ketika berbagai kalangan mulai menyadari bahwa ada sekelompok orang dari anggota masyarakat yang secara tidak sengaja terpinggirkan oleh sistem dan struktur, yaitu kelompok perempuan. Padahal masyarakat terdiri dari dua kelompok jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Sebagai implikasi pemisahan peran yang dikonstruksikan secara sosial tentang laki-laki dan perempuan, mengakibatkan banyak kesenjangan gender di berbagai bidang kehidupan. Karena peran gender selalu rancu diartikan sebagai kodrat perempuan. Pembagian peran antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial sebenarnya tidak menjadi persoalan, manakala tidak menimbulakn ketidakadilan gender pada salah satu pihak. Sayangnya pembagian peran tersebut ternyata telah menimbulkan ketidakadilan pada salah satu katagori jenis kelamin, yaitu perempuan. Manefestasi ketidakadilan gender ini ada di berbagai bidang yakni, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, politik, pemerintahan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita tidak mungkin membicarakan semua hal tersebut didalam tulisan ini. Tulisan pendek ini akan membahas bagaimana implikasi konstruksi gender terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Kata Kunci: Gender, Konstruksi sosial,Bias gender, Demistikasi Teknologi, proletarianisasi Teknologi, Profesionalisasi Teknologi.

Copyrights © 2007






Journal Info

Abbrev

jurnal

Publisher

Subject

Computer Science & IT Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Teks naskah ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia. Naskah akan ditinjau terlebih dahulu oleh dewan editorial. Teks utama naskah harus diserahkan sebagai dokumen Word (.doc) atau file Rich Text Format (.rtf). Naskah terdiri dari 5000 kata (minimal), diketik dengan baik dalam satu kolom pada ...