AbstractA recent study conducted by the Standish Group in 2012 shows that in the preparation of requirements becomes one of the critical success factors of a software. Requirements traceability is the method used to explore inter-linkages or inter-relations requirement, so that when an error occurs in one or more functions on a software, or changes in the requirements, then it can easily be identified requirements which are problematic. Feature Driven Development (FDD) is one of the Agile method that does not have a fixed rule in the formation of inter-search requirement models and inter-feature. By using grounded theory in research, such as open coding, axial coding, and selective coding, and sorting. The research began with the determination of the review and identification of the problem, collect relevant data, perform data analysis, and the final document the results. Based on the test results, the modeling traceability requirements in the FDD method can assist in tracing linkages, inter-relations requirements as well as inter-feature during software development. And can be used as documentation of a software development work.Keywords : requirement, traceability, relation, Feature Driven Development, and grounded theory.Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Standish Group pada tahun 2012 menunjukkan bahwa dalam penyusunan requirements menjadi salah faktor penentu keberhasilan sebuah perangkat lunak. Requirement traceability merupakan metode yang digunakan untuk menelusuri keterkaitan atau interkoneksi antar-requirement, sehingga ketika terjadi kesalahan dalam satu atau lebih fungsi pada sebuah perangkat lunak, atau terjadi perubahan requirement, maka dengan mudah dapat diidentifikasi requirement mana yang bermasalah. Metodologi pengembangan perangkat lunak Feature Driven Development (FDD) merupakan salah satu bagian dari metode Agile dimana pendekatan FDD dilakukan secara adaptif dalam pengembangan sistem. FDD merupakan Agile Method yang belum mempunyai aturan baku dalam pembuatan model penelusuran antar-requirement maupun antar-feature. Requirement pada FDD tidak secara eksplisit dapat digali, dicari, dan diatur. Namun dokumentasi requirement dibutuhkan pada proses pembentukan feature list. Oleh sebab itu dibutuhkan suatu dokumentasi model penelusuran antar requirements. Pembuatan model penelusuran requirement dengan menggunakan metode grounded theory yaitu diantaranya adalah open coding, axial coding, selective coding, dan sorting. Penelitian bermula dengan penentuan bidang kaji dan identifikasi masalah, mengumpulkan data-data terkait, melakukan analisis data, dan terakhir mendokumentasikan hasil. Berdasarkan hasil uji, pembuatan model penelusuran requirement pada metode FDD dapat memudahkan penelusuran jika terjadi kesalahan dalam testing hasil akhir program dan dapat dijadikan sebagai acuan pembuatan fungsi dalam pengembangan proyek selanjutnya.Kata kunci : requirement, penelusuran, keterkaitan, Feature Driven Development, dan grounded theory.
Copyrights © 2020