Tanarnan jambu mente pada saat ini merupakan salah satu tanaman yang sedang dipacu pengembangannya, terutama di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan HHBK Jambu Mente (Anacardium Occidentale L.) serta mengetahui tingkat kelayakan usaha menanam Jambu Mente di Hutan Desa Kabol, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey. Penelitian ini dilakukan pada kelompok tani hutan di Dusun Kending Sampi desa Kabol, Kecamatan Praya Barat Daya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata luas lahan petani responden adalah seluas 100Ha, maka rata-rata biaya produksi untuk membeli alat dan bahan serta biaya ongkos tenaga kerja yang harus dikeluarkan petani adalah sebesar Rp 3.427.000. Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp. 11.733.00, dan rata-rata pendapatan/keuntungan yang diperoleh masing-masing petani per/1 musim tanam sebesar Rp. 8.302.000, maka R/C ratio diperoleh sebesar 1,82%. Artinya, setiap Rp. 1 yang dikeluarkan oleh petani untuk biaya usaha menanam jambu mente akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 1,82%. Karena nilai R/C Ratio lebih besar dari pada 1 (R/C > 1) maka kegiatan dalam usaha menanam jambu mente di hutan Desa Kabol ini layak untuk diusahakan. Untuk meningkatkan pendapatan/keuntungan, maka diharapkan kepada para petani hutan di wilayah penelitian bisa meningkatkan kegiatan pemeliharaan terhadap tanaman tanaman jambu mente dan agar di usahakan bisa menjual hasil produksi dalam bentuk produk sekunder.
Copyrights © 2019