Di TCO skema dibagi menjadi 3 bagian, pertama berdasar komponen, kedua berdasar klasifikasi dan ketiga berdasarkan tingkatan. Berdasar komponen aktivasi skema dibagi menjadi releasing, effecting dan terminal. Pascual Leone mengkalisifikasikan skema menjadi 3 kriteria yaitu modalitas, level dan jenis. Berdasarkan tingkatan skema dibagi menjadi 2 yaitu tingkatan subyektif dan metasubyektif. Dalam penelitian ini aktivasi skema digali berdasarkan jenis skema yaitu skema figurative dan skema operatif. Skema figurative menyatakan keberadaan dan skema operatif menyatakan suatu transformasi. Obyek-obyek, konfigurasi, konsep, makna dan status mental adalah representasi skema figurative dalam pikiran, sedangkan skema operatif merepresentasikan aksi, proses, operasi dan tranformasi yang dimulai dari satu keberadaan dengan yang lain.. Dalam penelitian ini dua indikator yang dipakai adalah kelengkapan (komplit) untuk skema figurative dan keteratura (regulary) untuk aktivasi skema operatif. Kelengkapan aktivasi skema figurative dilihat dari obyek-obyek, konfigurasi, konsep, makna dan status mental adalah representasi skema figurative dalam pikiran, sedangkan keteraturan aktivasi skema dilihat pada aksi, proses, operasi dan tranformasi dalam pikiran. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melihat gejala-gejala dari subyek tentang aktivasi skema dalam menyelesaikan masalah matematika. Setelah subyek dipilih melalui tes dan terpilih dengan kemampuan matematika rendah, sedang dan tinggi dan diberi tugas pemecahan masalah kemudian diwawancarai.. Setealah wawancara, peneliti mendapat kesimpulan siswa dengan kemampuan tinggi mempunyai aktivasi skema yang lengkap dan teratur dalam menyelesaikan maslah, siswa dengan kemampuan sedang mempunyai aktiovasi skema yang tidak lengkap tapi teratur, dan sisnwa dengan kemampuan rendah mempunyai akativasi skema yang tidak lengkap dan tidak teratur.
Copyrights © 2021