Seiring dengan meningkatnya industri minyak sawit di Indonesia, meningkat pulajumlah limbah yang dihasilkan. Serat mesokarp sawit merupakan salah satu limbah padat berlignin tinggi yang dihasilkan oleh industri ini. Salah satu senyawa fenolik yang terikat dengan lignin adalah asam ferulat. Asam ferulat bernilai tinggi karena banyak digunakan diberbagai industri seperti farmasi, kosmetik, hingga makanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi NaOH (X1), waktu perendaman di dalam NaOH (X2) dan waktu saat autoklaf (X3) terhadap respon berupa kadar asam ferulat yang diperoleh pada proses ekstraksi alkali dari serat mesokarp sawit menggunakan metode permukaan respon (RSM). Persamaan model regresi yang diperoleh adalah : Y = 38,87 – 28,8(X1) – 1,69(X2) –1,741(X3) + 0,385(X22) – 0,20(X1X2) + 2,078(X1X3) + 0,0276(X2X3). Hasil prediksi kondisi optimal yang diperoleh adalah pada variabel waktu autoklaf 30 menit, konsentrasi NaOH 1M dan waktu perendaman 9 jam dengan menghasilkan respon asam ferulat sebesar 41,84 mg/L. Berdasarkan hasil validasi, pada kondisi optimal tersebut menghasilkan asam ferulat sebesar 46,45 mg/L.Kata kunci: Asam ferulat, ekstraksi alkali, serat mesokarp sawit, RSM
Copyrights © 2020