Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah yang rawan mengalami bencana tanah longsor. Salah satu penyebab terjadinya longsor akibat dari kondisi batuan yang lemah sehingga mengakibatkan massa tanah diatasnya bergerak. Kondisi ini dapat diketahui dari nilai resistivitas yang dideteksi menggunakan metode geolistrik. Nilai resistivitas menggambarkan jenis tanah untuk setiap lapisan tanah. Tanah longsor selain dipengaruhi jenis tanah, juga dipengaruhi oleh sifat fisis tanah salah satunya yaitu permeabilitas tanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara hasil metode geolistrik dan uji permeabilitas tanah. Data resistivitas awal diolah menggunakan software RES2DINV yang selanjutnya diolah dengan software Rockworks untuk mengetahui sebaran nilai resistivitas dalam bentuk 3D. Uji permeabilitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan tanah dalam melewatkan air. Diketahui hasil dalam bentuk 3D nilai resistivitas berada pada rentang (8.29 – 149.83) Ωm dengan jenis tanah lempung lanauan dan tanah lanauan basah lembek serta tanah lanauan pasiran. Uji permeabilitas tanah menunjukkan bahwa di daerah penelitian memiliki kecepatan permeabilitas lambat hingga sedang cepat. Tanah lempung lanauan lebih lambat dalam meloloskan air daripada tanah lanauan pasiran.
Copyrights © 2020