Abstrak Kualitas Depot Air Minum (DAM) di Puskesmas Kerek pada tahun 2020 adalah 38,5 % tidak memenuhisyarat. Higiene sanitasi dan perilaku penjamah DAM dapat menyebabkan kualitas bakteroilogis air minumyang dihasilkan tidak memenuhi persyaratan kesehatan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan higiene sanitasi dan perilaku penjamah dengan kualitas bakteriologis Depot Air Minum. Metodepenelitian adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah seluruh depot air minum diPuskesmas Kerek yang berjumlah 13 DAM. Jumlah sampel sebanyak 13 DAM dengan teknik total sampling.Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, kuisioner dan pemeriksaan laboratorium. Uji hubungan dengan statistik Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengankualitas bakteriologis air minum adalah hygiene sanitasi peralatan (p=0.032) dan air baku dan air minum(p=0,001) variabel yang tidak berhubungan dengan kualitas bakteriologis air minum adalah hygiene sanitasitempat dan penjamah. Hasil analisis perilaku penjamah yaitu ada hubungan antara tindakan penjamah dengankualitas bakteriologis (p=0,021) dan tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap penjamah dengankualitas bakteriologis. Kesimpulan penelitian, ada hubungan antara hygiene sanitasi peralatan, air baku dantindakan penjamah dengan kualitas bakteriologis. Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat disarankan untukmengadakan penyuluhan hygiene sanitasi penjamah DAM. Pemilik atau penjamah lebih memperhatikan bataspakai peralatan dan pemasok air baku seharusnya memberikan bukti tertulis setiap kali pengiriman air bakuKata Kunci : Higiene Sanitasi , Perilaku Penjamah , Kualitas bakteriologis, Depot Air Minum
Copyrights © 2021