AbstrakFogging dan dry mist merupakan alat yang digunakan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di indonesiauntuk sterilisasi udara ruangan. Efektivitas fogging mampu menurunkan angka kuman tetapi masih melebihibaku mutu. Dry mist merupakan alat yang direkomendasikan PPI, mampu menurunkan angka kuman hinggamemenuhi baku mutu. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Fogging dan dry mist terhadappenurunan angka kuman udara di ruang operasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengandesain one grup pre post test dan pendekatan cross sectional. Sampel udara ruang yang diteliti sebanyak 3 titiksampel setelah dilakukan sterilisasi dengan fogging dan dry mist, dengan replikasi sebanyak 10 kali. Uji Statistikyang digunakan adalah dengan Uji T test independent, ada perbedaan efektivitas penurunan angka kumansetelah sterilisasi menggunakan dry mist dan fogging apabila p < ᾱ. ᾱ = 0.05. Hasil penelitian didapatkan drymist lebih efektif daripada fogging, dengan nilai mean untuk dry mist adalah 32,8 CFU/m³, dan fogging adalah103,8 CFU/m³. Kelemahan pada fogging adalah tidak bisa menjangkau daerah sulit dan sebaran nozzle terlalubesar. Disarankan untuk general cleaning yang lebih mendetail dan memperhatikan pertukaran udara di dalamruang operasi. Pembersihan permukaan menggunakan desinfektan atau alkohol pada permukaan yang tidakkorosif. Fogging sebaiknya digunakan untuk diluar kamar operasi karena masih efektif menurunkan angkakuman udara ruang.Kata Kunci : Fogging, Dry mist, angka kuman udara, Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit
Copyrights © 2021