Pharmascience
Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Pharmascience

Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Muntingia calabura dengan Variasi Laju Pengadukan Menggunakan Macerator-Magnetic Stirrer (M-MS)

Muhammad Zaini (1Program Studi D-III Farmasi, Politeknik Unggulan Kalimantan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan)
Hajrah Hidriya (Program Studi D-III Analis Kesehatan, Politeknik Unggulan Kalimantan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan)
Japeri Japeri (Program Studi D-III Teknik Elektromedik, Politeknik Unggulan Kalimantan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan)



Article Info

Publish Date
30 Oct 2020

Abstract

Maserasi merupakan salah satu metode ekstraksi yang digunakan untuk menarik kandungan kimia dari bahan alam. Macerator Magnetic Stirrer (M-MS) merupakan alat yang dikembangkan untuk memaksimalkan proses maserasi melalui pengadukan secara berkesinambungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan M-MS dalam proses ekstraksi senyawa bahan alam. Parameter yang digunakan yaitu persentase zat terekstraksi (% rendemen) dan aktivitas antioksidan (IC50) ekstrak etanol Muntingia calabura (EEMC) menggunakan metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil). Pengujian dilakukan terhadap simplisia daun Muntingia calabura yang  dimaserasi selama 24 jam menggunakan etanol 95% dengan maserator konvensional, M-MS dengan laju pengadukan 200 rpm dan 300 rpm. Pengadukan dengan maserator konvensional dilakukan sebanyak 3 kali setiap 8 jam, sedangkan dengan M-MS dilakukan secara kontinyu selama 24 jam. Nilai % rendemen EEMC dari maserator konevnsional, M-MS 200 rpm dan 300 rpm secara berturut-turut adalah 7,6 %, 8,4 % dan 10,2 %. Hasil uji aktivitas antioksidan menghasilkan nilai IC50 EEMC dengan maserator konvensional sebesar 18,19 ppm, M-MS 200 rpm adalah 14,35 ppm dan 300 rpm adalah 7,85 ppm. Nilai IC50 untuk masing-masing uji menunjukan < 50 ppm yang termasuk dalam kategori sangat kuat. Ekstraksi EEMC paling efektif adalah menggunakan M-MS dengan laju pengadukan 300 rpm. The maceration is one of the extraction methods used to extract chemical content from natural compounds. Macerator Magnetic Stirrer (M-MS) is a tool developed to maximize the maceration process through continuous stirring. The purpose of this study was to determine the effectiveness of using M-MS in the process of extracting natural compounds. The parameters used were the percentage of extracted substance (% yield) and antioxidant activity (IC50) of ethanol extract of Muntingia calabura (EEMC) using the DPPH method (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil). Tests were carried out on the simplicia of Muntingia calabura leaves which were macerated for 24 hours using 95% ethanol with a conventional macerator, M-MS with a stirring rate of 200 rpm and 300 rpm. Stirring with a conventional macerator was carried out 3 times every 8 hours, while with M-MS it was done continuously for 24 hours. EEMC yield value respectively of conventional macerator, M-MS at 200 rpm and 300 rpm showed 7.6 %, 8.4% and 10.2 %. The results of the antioxidant activity test resulted in the IC50 EEMC value with a conventional macerator is 18.19 ppm, M-MS 200 rpm is 14.35 ppm and 300 rpm is 7.85 ppm. The IC50 value for each test shows <50 ppm which is included in the very strong category. The most effective EEMC extraction is using M-MS with a stirring rate of 300 rpm.Keywords: maceration, M-MS, EEMC, antioxidant

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

pharmascience

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Pharmascience memuat naskah hasil penelitian dan artikel review bidang kefarmasian. Naskah dapat berasal dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan lembaga riset. Setiap naskah yang diterima redaksi Jurnal Pharmascience akan ditelaah oleh Mitra Bebestari dan Anggota Redaksi. Jurnal Pharmascience ...