ABSTRAKKeterlibatan Ruangguru dalam program Kartu Prakerja menimbulkan beredarnya isu negatif tentang penunjukan Ruangguru sebagai penyedia pelatihan lewat platform Skill Academy. Isu tersebut menimbulkan berbagai asumsi/persepsi di tengah masyarakat yang menduga bahwa penunjukan Ruangguru tak lepas dari privilege yang dimiliki CEO Ruangguru Adamas Syah Belva Devara, yang pada saat itu juga menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Indonesia. Dari fenomena tersebut, penelitian ini bermaksud memberikan gambaran tentang bagaimana manajemen isu yang dilakukan oleh Ruangguru dengan menggunakan analisis framing terhadap teks pernyataan resmi dari Ruangguru, baik melalui “Surat Terbuka Belva Devara, CEO Ruangguru maupun laman tanya jawab khusus yang terintegrasi dengan situs web Ruangguru. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data teks media. Data akan diulas menggunakan analisis framing menggunakan model Entman. Untuk cakrawala pemahaman lebih terbuka, hasil analisis akan dikategorikan ke dalam jenis model framing Hallahan. Meskipun metode ini memang lebih umum digunakan dalam bidang jurnalistik, namun framing bermanfaat bagi organisasi dalam hal menyusun pesan yang dapat diterima oleh publik dan menghadirkan citra positif bagi organisasi guna keberlangsungan organisasi. Dengan mengimplementasikan manajemen isu melalui framing, Ruangguru dapat memposisikan diri dalam polemik ini dengan baik sehingga tidak mengakibatkan polemik berkepanjangan.
Copyrights © 2020