Sari Pediatri
Vol 22, No 4 (2020)

Peran Kadar Feritin Serum dan Vitamin D Terhadap Keterlambatan Usia Tulang pada Anak Penyandang Talasemia Beta Mayor

Karla Shinta Napitu (RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DR. HASAN SADIKIN BANDUNG KSM. ILMU KESEHATAN ANAK)
Ponpon Idjradinata (Rumah Sakit Umum Pusat DR.Hasan Sadikin Bandung)
Tetty Yuniati (Kepala divisi neonatologi KSM Ilmu Kesehatan Anak RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung)



Article Info

Publish Date
24 Dec 2020

Abstract

Latar belakang. Anak penyandang talasemia beta mayor sering mengalami komplikasi kelainan tulang berupa gangguan maturasi tulang. Iron overload akibat transfusi darah berulang diketahui berkontribusi atas gangguan ini. Kadar vitamin D yang rendah juga sering ditemukan pada pasien talasemia beta mayor.Tujuan. Untuk mengetahui peranan kadar feritin serum dan vitamin D terhadap keterlambatan usia tulang.Metode. Observasi analitik korelasional rancangan potong lintang, pada anak usia 3-18 tahun dengan talasemia beta mayor. Dilakukan pemeriksaan kadar feritin serum, vitamin D, dan usia tulang. Analisis multi variabel menggunakan regresi linier ganda. Hasil uji bermakna bila nilai p<0,05.Hasil. Subjek sebanyak 50 anak. Rerata kadar feritin serum dan vitamin D yaitu 3092 ng/mL dan 26 ng/mL. Usia tulang defisit pada 39 (78%) subjek. Persamaan regresi ganda defisit usia tulang (bulan) yaitu 32,872-25,675*log (kadar vitamin D) + 0,007*kadar feritin serum sedangkan regresi multipel linier yaitu 51%. Kadar feritin serum diatas 2610 ng/mL dapat memprediksi defisit usia tulang > 12 bulan.Kesimpulan. Korelasi positif kuat antara kadar feritin serum terhadap keterlambatan usia tulang (p<0,001 ; r=0,7)  dan korelasi negatif lemah antara vitamin D terhadap keterlambatan usia tulang (p=0,02 ; r=-0,3). Peranan feritin dan vitamin D terhadap keterlambatan usia tulang, yaitu sebesar 51%.

Copyrights © 2020