Sari Pediatri
Vol 22, No 4 (2020)

Peran IL-1 β pada Sepsis dan Gangguan Ginjal Akut Bayi Lahir Prematur

Fiva Aprilia Kadi (Sub Divisi Perinatologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, Rumah Sakit Hasan Sadikin)
Tetty Yuniati (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung)
Yunia Sribudiani (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung)
Dedi Rachmadi (Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung)



Article Info

Publish Date
24 Dec 2020

Abstract

Latar belakang. Interleukin-1β berperan dalam kejadian infeksi/inflamasi pada bayi prematur yang dapat menyebabkan gejala klinis berat. Imaturitas organ dapat menyebabkan kejadian inflamasi yang dapat merangsang pembentukan sitokin, salah satunya Interleukin-1β. Belum ada penelitian yang menghubungkan marker tersebut terhadap sepsis dan gangguan ginjal akut pada bayi prematur.Tujuan. Melihat peran Interleukin-1β pada kejadian sepsis dan gangguan ginjal akut bayi prematur. Metode. Studi analitik komparatif kohort pada bayi lahir prematur usia kehamilan ≤36 minggu dan berat lahir <2000gram lahir di RS dr. Hasan Sadikin Bandung. Diperiksakan kadar serum Interleukin-1β usia 24 jam lahir dan serum creatinin usia 24 dan 72 jam.Hasil. Nilai cut-off point Interleukin-1β serum bayi prematur sepsis sebesar 8,67 pg/dL, dengan odd ratio (OR) 6,56 (95%CI: 2,50-17,19), dan pada bayi prematur dengn gangguan ginjal akut 2,35 pg/dL dengan odd ratio (OR) 7,2 (95%CI: 4,58-18,20). Keduanya mempunyai nilai sensitifitas dan spesifitas cukup tinggi. Kesimpulan. Kadar interleukin-1β serum dapat dipertimbangkan menjadi salah satu marker untuk memprediksi kejadian sepsis dan gangguan ginjal akut pada bayi prematur.

Copyrights © 2020