Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics)
VOLUME 8 ISSUE 1, 2020

Stunting among children Indonesian urban areas: What is the risk factors?

Tri Siswati (Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Tata Bumi no 3 Banyuraden, Gamping, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta, Indonesia, 55293)
Trynke Hoekstra (Vrije Universiteit, De Boelelaan 1105, 1081 HV Amsterdam, Netherland)
Hari Kusnanto (Faculty of Medicine, Universitas Gadjah Mada, North Sekip, Sinduadi, Mlati, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
27 Aug 2020

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah malnutrisi kronis yang dapat terjadi pada semua balita termasuk balita di daerah perkotaan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko stunting pada anak-anak 0-59 bulan di perkotaan di Indonesia.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan menggunakan data sekunder berdasarkan Riskesdas tahun 2013. Sampel berjumlah 13.248 anak usia 0-59 bulan dari 33 provinsi, yang tinggal di daerah perkotaan, lahir tunggal (37 minggu), usia ≥37 minggu kehamilan, skor TB/U -5,99 hingga TB/U 5,99 SD, dan data yang diobservasi lengkap. Variabel bebas adalah karakteristik anak (usia, jenis kelamin, berat dan panjang lahir); dan karakteristik rumah tangga (usia orang tua, tinggi badan orang tua, pendidikan, pekerjaan, tingkat ekonomi), sedangkan variabel terikat adalah stunting. Analisis dilakukan dengan regresi logistik multivariat menggunakan Stata13.Hasil: Faktor yang berhubungan dengan terjadinya stunting balita di perkotaan adalah BBLR (AOR 1,2 CI 95% 1,09-1,32); dan bayi lahir pendek (AOR 1,16 CI95%: 1,99-1,23) dan karakteristik rumah tangga seperti ayah pendek (AOR 1,24, CI95% 1,18-1,31); ibu pendek (AOR 1,23, CI95% 1,17-1,29); ibu berpendidikan rendah (AOR 1,14, CI 95% 1,02-1,23); ayah berpendidikan rendah (AOR 1,13, CI95% 1,02-1,23), dan tingkat ekonomi menengah dan rendah (AOR 1,12, CI 95% 1,06-1,19; AOR 1,24, CI95% 1,15-1,33). Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan stunting balita di perkotaan adalah BBLR dan tinggi badan orang tua.KATA KUNCI: balita; determinan; Indonesia; perkotaan; stuntingABSTRACTBackground:Childhood stunting is a form of chronic malnutrition, including among children in the urban area.Objectives: This research was to determine the risk factors of 0-59 months stunting children in urban Indonesia.Methods: This was a cross sectional study using secondary data based Indonesia’s Basic Health Research 2013. Samples were a total of 13,248 children aged 0-59 months from 33 provinces, urban residency, singleton, ≥37 weeks gestation, and HAZ score -5.99 to 5.99 SD. Independent variables were children characteristics (age, sex, size of birth); and household characteristics (parental age, high, education, employment, economic level), while the dependent variable was stunting. Multivariate logistic regression analysis was performed using Stata 13.Results: Children characteristics such as low birth weight (AOR 1.2 CI 95% 1.09-1.32); and short newborn length (AOR 1.16 CI95%:1.99-1.23) and stature father (AOR 1.24, CI95% 1.18-1.31) and mother (AOR 1.23, CI95% 1.17-1.29); maternal low education (AOR 1.14, CI 95% 1.02-1.23); paternal low education(AOR 1.13, CI95% 1.02-1.23), low middle economic level (AOR 1.12, CI 95% 1.06-1.19; AOR 1.24, CI95% 1.15-1.33) were factors associated with urban stunting children.Conclusion: Low birth weight and short stature were dominant factors associated with stunting children in Indonesian urban areas.KEYWORDS: children; determinant; Indonesian; urban; stunting

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

IJND

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health Other

Description

Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) abbreviated IJND (p-ISSN 2303-3045 and e-ISSN 2503-183X) is a peer-reviewed scientific journal publishing updated research and non-research articles in the area of nutrition and dietetics. This journal is published ...