Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepsi calon Wajib Pajak dan Wajib Pajak terhadap etika penggelapan pajak. Sampel penelitian menggunakan 200 mahasiswa STIESIA Surabaya sebagai calon Wajib Pajak dan 100 pegawai/wirausaha di Surabaya sebagai Wajib Pajak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang menggunakan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan uji beda. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat mengenai gambaran terkait dengan kecenderungan persepsi calon wajip pajak sebagai bahan masukan atas upaya antisipatif yang dapat dilakukan sejak dini untuk menekan penggelapan pajak, yang juga sesuai dengan semangat pemerintah untuk mendidik calon Wajib Pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi antara perempuan dan laki-laki mengenai keetisan penggelapan pajak; (2) bahwa terdapat perbedaan persepsi keetisan penggelapan pajak antara yang muda dengan yang tua; (3) bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi keetisan penggelapan pajak antara Calon Wajib Pajak dengan Wajib Pajak.
Copyrights © 2020