Hiperkoagulasi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. Resistensi insulin dan hiperglikemia yang meningkat pada diabetes melitus tipe 2 (DMT2) tidak terkontrol, memainkan peran penting dalam patogenesis terjadinya hiperkoagulasi. Meskipun banyak studi telah dilakukan, namun penelitian pada subjek di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil dan faktor-faktor yang berhubungan dengan hemostasis pada pasien DMT2 tak terkontrol. Ini merupakan studi analitik observasional dengan rancangan potong lintang. Lima puluh pasien diabetes melitus (DM) tak terkontrol berpartisipasi pada penelitian ini. Variabel bebas meliputi umur, onset dan jenis kelamin, sedangkan variabel terikat adalah prothrombine time (PT), activated partial thromboplastin time (APTT), fibrinogen dan D-dimer. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan nilai p<0,05 dianggap bermakna. PT yang rendah tidak ditemukan pada penelitian ini sementara APTT yang rendah ditemukan pada 2% pasien. Hiperfibrinogenemia ditemukan pada 34% pasien dan D-dimer tinggi ditemukan pada 28% pasien. Terdapat hubungan hiperfibrinogenemia dengan onset DM namun tidak dengan umur dan jenis kelamin. D-dimer tinggi berhubungan dengan usia namun tidak dengan gender dan onset penyakit. Studi ini dapat disimpulkan bahwa hiperfibrinogenemia dan D-dimer tinggi sering ditemukan pada pasien DMT2 tidak terkontrol sehingga evaluasinya perlu dipertimbangkan terutama pada DMT2 yang disertai faktor-faktor risiko penyakit kardiovaskuler yang lain.
Copyrights © 2020