Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) adalah salah satu peristiwa sejarah yang terjadi pada saat perang kemerdekaan. PDRI menjadi tonggak sejarah perjuangan rakyat Indonesia. Keberadaan PDRI sebagai pemerintahan darurat di Sumatera Barat di bawah pimpinan Sjafruddin Prawiranegara menjadi lambang persatuan dan efektif dalam meningkatkan perlawanan Indonesia untuk merebut kembali kekuasaan dan kemerdekaan. Untuk mengenang peristiwa bersejarah tersebut, pemerintah membangun tugu peringatan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto tinggi Sumatera Barat, namun saat ini kondisi monumen tersebut tidak terawat dan fasilitas yang tidak lengkap juga dicampur dengan kegiatan sosial. Solusi dari masalah ini adalah desain dari monumen PDRI di tempat baru dengan berbagai fasilitas dan menerapkan folding architecture dalam metode pencarian bentuk dengan penerapan konsep intertwinning. Folding architecture adalah salah satu metode untuk menemukan bentuk yang berfokus pada proses menemukan bentuk sebelum proses desain lainnya yang memfokuskan pada bentuk eksplorasi komunikatif yang dapat mengkomunikasikan fungsi dari objek PDRI Monument dan dapat dipahami secara visual dan intuitif.
Copyrights © 2020