Tulisan ini membahas mengenai perubahan usaha tani tebu menjadi sengon yang berdampak pada kerentanan petani lahan sempit. Dampak dirasakan petani lahan sempit akibat dari perbedaan musim panen jangka pendek menjadi panjang. Tujuan penelitian ini menganalisis perubahan aktivitas bertani pasca perubahan usaha tani tebu menjadi sengon. Selain itu, penulis ingin mengetahui strategi bertahan hidup petani lahan sempit setelah terjadi perubahan usaha tani tebu menjadi sengon. Penelitian ini menggunakanteori bertahan hidup James Scott sebagai pisau analisis mengenai proses bertahan hidup selama menunggu panen sengon yang lama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil menunjukan perubahan usaha tani tebu menjadi usaha tani sengon berawal dari harga fluktuasi tebu yang membuat petani melirik sengon sebagai usaha tani yang mengguntungkan dibandingkan dengan usaha tani tebu. Perubahan ini berdampak pada petani lahan sempit akibat lahan yang mereka miliki sedit dan mereka harus bisa bertahan hidup dikarenakan perbedaan masa panen sengon lebih panjang dibandingan tebu yang panen setiap tahunya. Petani lahan sempit melakukan tindakan bertahan hidup dengan cara bekerja non pertanian seperti buruh ke kota dan berdangang. Namun jika petani bertahan disektor pertanian maka mereka bisa menjadi buruh tani dan melakukan kegiatan tumpangsari di lahan sempit mereka.
Copyrights © 2021