AbstractHomonymy and Ambiguity Phonetic in Mahalabiu. Homonymy is a form of wordsthat have different meanings but the pronunciation or spelling is the same andambiguity is the ability to express more than one interpretation. In this case, it isrelated to the ‘mahalabiu discourse’ which tends to have multiple meanings ineveryday language usage. The method used in this research is a descriptivequalitative method. Data collection techniques using interview techniques andrecording techniques. As for the object of research is the indigenous people of theBanjar tribe who live in the Alabio village. In ‘mahalabiu’, there are several formsof homonymy, namely: “maharakan, tarap, Langgar, Pagat, tinjak, maling, haur,dikalang, pusat, nyawa, dan kuitan”. In addition, there is also homonymy which ishomophony and homonymy which is homograph. (1) Homophony is the same soundbut different in writing and meaning, namely: “maharumi (maharu mi), kadada (kadada), dan anakutu (anakku tu)”;and (2) homography in ‘mahalabiu’ occurs as aresult of the unification of vocabulary in phonetic pronunciation, namely“bakicap”. Other than that,in ussing the word mahalabiu on average contains adouble meaning, this occurs due to the use of the word homonymy, while the contextin the conversation is not clear, resulting in inactivity.Key words: homonymy, phonetic ambiguity, mahalabiuAbstrakHomonimi dan Ambiguitas Fonetik dalam Bahasa Mahalabiu. Homonimi adalahbentuk kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi pelafalan atau ejaannyasama dan ambiguitas adalah kemampuan mengekspresikan lebih dari satupenafsiran. Dalam hal ini berkaitan dengan mahalabiu yang cenderungmenimbulkan makna ganda dalam pemakaian bahasa sehari-hari. Metode yangdigunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif yang bersifat deskriptif.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan teknik rekaman.Adapun yang menjadi objek penelitian ialah masyarakat asli suku Banjar yangtinggal di desa Alabio. Dalam wacana mahalabiu terdapat beberapa bentukhomonimi, yaitu: “maharakan, tarap, langgar, Pagat, tinjak, maling, haur,dikalang, pusat, nyawa, dan kuitan”. Selain itu, ada pula homonimi yang bersifathomofoni dan homonimi yang bersifat homograf. (1) Homofoni merupakan bunyiyang sama tetapi berbeda tulisan dan maknanya, yaitu: “maharumi (maharu mi),kadada (ka dada), dan anakutu (anakku tu)”; dan (2) homografi dalam mahalabiuterjadi akibat dari penyatuan kosakata dalam pelafalan fonetik, yaitu “bakicap”.Selain itu, dalam pemakaian katamahalabiu rata-rata mengandung makna gandahal ini terjadi dikarenakan pemakaian kata homonimi, sedangkan konteks dalampercakapan tidak jelas sehingga muncul ketaksaan.Kata-kata kunci:homonimi, ambiguitas fonetik, mahalabiu
Copyrights © 2020