Kabupaten Lamongan memiliki potensi perikanan dengan produksi perikanan menempati urutan teratas di Propinsi Jawa Timur namun belum diikuti dengan peningkatan kesehjateraan nelayan akibat permasahan yang cukup kompleks. Salah satu upaya yang dilakukan keluarga nelayan adalah mengolah hasil tangkapan ikan menjadi ikan kering dengan metode sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa nilai tambah yang dihasilkan dari usaha pengolahan ikan kering jenis ikan layur tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2020 di pada UKM Mawardi Desa Weru, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis nilai tambah metode Hayami. Analisis Nilai Tambah digunakan untuk mengetahui berapa pertambahan nilai komoditi karena adanya input fungsional yang dilakukan pada komoditi tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai tambah usaha pengolahan ikan layur kering adalah Rp 22.334/kg. Rasio nilai tambah merupakan presentase antara nilai tambah dengan nilai output 62,47% menunjukkan bahwa setiap Rp100 diperoleh nilai tambah ikan layur kering sebesar 62,47. Usaha pengolahan ikan akan memberikan nilai tambah walaupun metode yang digunakan sederhana karena sifat ikan yang mudah busuk lebih baik mengolah menjadi produk setengah jadi atau produk jadi seperti ikan layur keringKata kunci: nilai tambah, ikan layur, ikan kering.
Copyrights © 2020