ADMINISTRASI PUBLIK
Vol 1, No 1 (2019)

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KEWIRAUSAHAAN MASYARAKAT DI DESA MUARA PANTUN KABUPATEN KUTAI TIMUR

Fitriani fitriani (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui proses Collaborative Governance dalam meningkatkan keterampilan Kewirausahaan Masyarakat di Desa Muara Pantun Kabupaten Kutai Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif dengan melakukan pengumpulan yang diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator Face to Face Dialogue (dialog/tatap muka) menunjukkan proses dialog dilakukan secara interaktif dalam artian saling bertanya dan menjawab baik pada kegiatan keterampilan yang diberikan dari kampus dan juga pemerintah daerah bahkan dalam pelatihan yang diberikan ada ruang komunikasi lanjutan dengan pelatih dan peserta lainnya dalam bentuk group WA yang bertujuan agar komunikasi peserta setelah pelatihan dapat berlanjut. Pada Trust Building (Membangun Kepercayaan) menunjukkan ada semacam keraguan terhadap kegiatan pemerintah terkait efektivitas kegiatan yang dilaksanakan keraguan tersebut didasari pada kegiatan yang dinilai setengah-setengah kurang total dalam memberikan pemberdayaan tidak cukup sampai pada tahap pelatihan tapi peserta meningkatan keterampilan kewirausahaan mesti dikontrol terus sampai mereka mandiri dan produktif. Pada indikator Commitment to Process (Komitmen Bersama) menunjukkan bahwa pemerintah memerlukan kontribusi semua pihak dalam upaya peningkatan keterampilan kewirausahaan masyarakat keberhasilan dalam upaya pemberdayaan masyarakat ini dapat tercapai jika ada sinergitas antara masing-masing pemangku kepentingan pemerintah sebagai pengarah, swasta dan LSM berkontribusi dalam berbagai bentuk dukungan baik secara fisik maupun moril atau motivasi.  Pada indikator Shared Understanding (Pemahaman Bersama) menunjukkan pelatihan yang dirasakan masih belum maksimal bagi seluruh peserta ada yang mendapat dukungan pendanaan dan peralatan namun ada juga peserta yang hanya mendapat pengelaman. Kemudian pada indikator Intermedite outcome (Pencapaian hasil) menunjukkan bahwa proses kolaborasi terjadi jika peserta pelatihan keterampilan kewirausahaan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan serta menunjukkan progres yang bagus sehingga mendapat kesempatan untuk memperoleh bantuan seperti bantuan pendanaan yang bekerjasama dengan perbankan melalui kredit lunak namun yang perlu diperhatikan yaitu  kolaborasi dapat berfungsi maksimal jika peserta peningkatan keterampilan kewirausahaan memiliki komitmen yang kuat.

Copyrights © 2019