Jurnal Penelitian Kehutanan FALOAK
Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Kehutanan Faloak

STRUKTUR VEGETASI DAN SERAPAN KARBON DI KELOMPOK HUTAN SUNGAI MERANTI – SUNGAI KAPAS, BATANGHARI, JAMBI

Mariana Takandjandji (Puslitbang Hutan Badan Penelitian Pengemabangan dan Inovasi Jalan Gunung Batu No. 5 Bogor)
Nur Muhammad Heriyanto (Puslitbang Hutan)



Article Info

Publish Date
31 Oct 2020

Abstract

Penelitian struktur vegetasi dan serapan karbon di kelompok hutan Sungai Meranti-Sungai Kapas, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi telah dilakukan pada bulan Oktober 2019. Plot penelitian berbentuk bujur sangkar berukuran 100 m x 100 m (satu hektar) dibuat satu plot di lokasi hutan sekunder tua dan satu plot di hutan sekunder muda. Hasil penelitian di hutan sekunder tua tercatat 68 jenis pohon berdiameter ≥ 10 cm berjumlah 515 pohon, 37 suku, didominasi oleh Euphorbiaceae, Rubiaceae, dan Moraceae. Jenis-jenis yang dominan berturut-turut adalah jangklut/Xerospermum noronhianum Blume  (INP= 89,1%) dan malabaro/Nauclea orientalis L. (INP= 21,6%). Di hutan sekunder muda tercatat 63 jenis pohon berdiameter ≥ 10 cm berjumlah 428 pohon, 29 suku dan didominir oleh Euphorbiaceae, Lauraceae dan Annonaceae. Jenis–jenis yang dominan berturut-turut adalah jambu-jambu/Astronia macrophylla Blume (INP= 53,6%) dan malabaro/Nauclea orientalis L. (INP= 21,3%). Biomassa dan serapan karbon di hutan sekunder tua yang berdiameter ≥10 cm yaitu sebesar 152,21 ton/ha setara dengan 76,1 ton C/ha. Di hutan sekunder muda sebesar 123,41 ton/ha setara dengan 61,7 ton C/ha. Kata kunci :Struktur, komposisi, vegetasi, karbon, regenerasi

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

JPKF

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Economics, Econometrics & Finance Environmental Science Immunology & microbiology

Description

Jurnal Penelitian Kehutanan FALOAK (JPKF) adalah publikasi ilmiah hasil penelitian bidang kehutanan dengan No. ISSN 2579-5805. Jurnal ini merupakan konsorsium yang dibentuk oleh tiga institusi yaitu Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu, Balai Penelitian dan Pengembangan ...