Paradigma Pendidikan Islam multikultural (PAIM) adalah ajaran Agama Islam yang menekankan pada sikap toleransi, rukun, moderat, dan kesediaan dialog dalam perbedaan. Realitas bangsa Indonesia yang plural membutuhkan paradigma yang mampu membingkai keberagaman sehingga sesuai dengan asas Bhinneka Tungal Ika. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menjawab pertanyaan bagaimana mengembangkan Paguyuban Paku Lima sebagai komunitas nelayan melalui edu-ekowisata untuk mendukung ekonomi lokal, pendidikan keagamaan, dan mediasi konflik multikultural di Dusun Mandaran Desa Pesisir Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo. Tujuan pengembangan komunitas masyarakat pesisir ini adalah untuk menghasilkan peluang ekonomi, untuk meningkatkan pendidikan moderasi nelayan dengan memanfaatkan kawasan pesisir pantai sebagai destinasi wisata. Sektor edu-ekowisata Pendidikan Agama Islam Multikultural (PAIM) adalah strategi pengembangan paguyuban yang memadukan pendidikan berorientasi multikultural dengan sektor wisata pantai dan perikanan, selain hal itu pengembangan edu-ekowisata perspektif PAIM menjadikan paguyuban komunitas nelayan ini sebagai wahana kerukunan dan juga berperan sebagai mediator konflik horizontal antar etnis masyarakat sekitar antara masyarakat Mandaran dan masyarakat di luar Mandaran dalam menyelesaikan masalah.
Copyrights © 2021