Faksionalisasi di tubuh partai politik merupakan sebuah hal yang biasa dan hampir terjadi disemua partai yang ada di Indonesia, baik dari tingkat kepengurusan pusat hingga tingkat daerah. Seperti halnya yang sedang dialami oleh partai pemenang pemilu yaitu Partai Demokrat. Faksionalisasi di Partai Demokrat ini sudah muncul ketika diadakannya Kongres Pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat yang dimenangkan oleh kubu Anas Urbaningrum, dimana kemenangan ini diperoleh setelah mengalahkan dua kompetitornya yaitu Andi Malarangeng dan Marzuki Ali. Faksionalisasi di PD semakin menguat setelah terkuaknya berbagai kasus korupsi yang melibatkan beberapa petinggai PD. Secara teoritis pola faksionalisasi di PD ini karena adanya pola patron-klien berdasarkan karismatik tokoh yang dibarengi dengan basis- basis kekuatan sosial. Dampak utama dari adanya faksionalisasi ini adalah terjadinya pelemahan konsolidasi dan solidaritas antar kader-kader PD sehingga berkonsekuensi melemahkan organisasi internal partai dan elektabilitas partai di mata masyarakat.
Copyrights © 2015