Abstrak - Pasal 284 (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana berisi tentang diancam dengan pidana paling lama sembilan bulan: a. seorang pria telah nikah yang melakukan zina, padahal diketahui bahwa Pasal 27 BW berlaku baginya; b. seorang wanita telah nikah yang melakukan zina. Tindak pidana perzinahan masih banyak terjadi di kalangan masyarakat sampai saat ini. Tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat, tetapi juga terjadi di kalangan Militer. Seperti yang kita ketahui Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan teladan bagi masyarakat karena segala perbuatan dari anggota TNI dinilai oleh masyarakat. Walaupun dianggap teladan bagi masyarakat masih banyak anggota TNI yang melakukan perbuatan tidak terpuji, salah satunya yang terdapat dalam Pasal 284 KUHP Tentang Tindak Pidana Perzinahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya tindak pidana perzinahan yang dilakukan oleh anggota TNI, menjelaskan bentuk hukuman terhadap tindak pidana perzinahan yang dilakukan anggota TNI dan menjelaskan upaya penanggulangan yang dilakukan oleh penegak hukum dalam menanggulangi tindak pidana perzinahan yang dilakukan oleh anggota TNI. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode hukum yuridis empiris. Data yang diperoleh dari hasil penelitian kepustakaan (Library Research) digunakan untuk mengumpulkan data sekunder dengan cara membaca dan penelitian lapangan (Field Research) digunakan untuk mengumpulkan data primer dengan cara mewawancarai responden atau informan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana perzinahan yang dilakukan oleh anggota TNI adalah factor kemampuan berpikir rasional, sikap – sikap yang salah dan internalisasi diri yang keliru oleh pelaku. Bentuk hukuman tindak pidana perzinahan yang dilakukan oleh anggota TNI yaitu pidana penjara 9 bulan (maksimal) sesuai Pasal 284 tindak pidana perzinahan dan pemecatan dari kesatuan Militer. Terdapat dua upaya yang bisa dilakukan yaitu upaya preventif dan represif dalam penanggulangan tindak pidana perzinahan yang dilakukan oleh anggota TNI. Disarankan kepada petinggi Militer dalam setiap kesatuan dapat memberikan upaya penanggulangan dengan seringnya memberikan sosialisasi terhadap setiap kesatuan mengenai tindak pidana perzinahan serta kepada penegak hukum peradilan Militer memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku sesuai kejahatan yang diperbuat.Kata Kunci : Faktor, Bentuk Hukuman, Upaya Penanggulangan Abstract - Article 284 (1) The Code of Criminal Code is about to be threatened with a criminal of at least nine months: a. A man has a marriage who commits adultery, when it is known that Article 27 BW applies to him; b. A married woman who commits adultery. Criminal acts of adultery are still happening in the community to date. Not only happens among the community, but also happens among the military. As we know the Indonesian National Army (TNI) is a example for the society because all the deeds of the TNI members are assessed by the community. Although it is considered example for people there are still many Members who do not praise, one of which is found in Article 284 of the Criminal Code concerning the crime of adultery. This study aims to explain the factors of the cause of adultery crimes committed by TNI members, explaining the form of punishment against the act of adultery committed by TNI members and explaining the countermeasures conducted by law enforcement in overcoming the criminal acts of adultery committed by TNI members. The method of study used is an empirical legal method. The data obtained from Library Research is used to collect secondary data by reading and field research used to collect primary data by interviewing respondents or informant. The results of this study explained that the factors that caused the criminal act of adultery conducted by TNI members was a factor of rational thinking, wrong attitudes and self-internalization erroneously by the perpetrators. Form of adultery criminal offence conducted by the TNI members, the 9-month prison sentence (maximum) pursuant to article 284 criminal acts of adultery and dismissal of military unity. There are two efforts that can be done, namely preventive and repressive efforts in the prevention of criminal acts committed by TNI members. It is advisable that the military forces in each unit be able to provide countermeasures with frequent socialization of any unity regarding the crime of adultery and the Military Justice law enforcement Punishment to the perpetrator in accordance with the crimes made.Keyword: Factor,Sentence Form, Countermeasures
Copyrights © 2020