Berdasarkan data dan informasi yang didapatkan oleh peneliti melalui observasi bahwa siswa sering mengalami malas dan jenuh untuk belajar dikarenakan pembelajaran yang diberikan kurang menarik dan pemberian pelajaran monoton seperti di suruh meringkas dengan banyak halaman serta tidak disertai dengan penjelasan dari guru yang mengajar sehingga tindakan-tindakan untuk merespon kejenuhannya dengan cara tidak masuk kelas dan suka membolos duduk dikantin sekolah dan tidur di dalam kelas saat sedang ada pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil presentase siswa pada gambaran perilaku burnout di SMP Negeri 2 Pedamaran dan juga untuk mengetahui perilaku burnout pada siswa laki-laki dan perempuan di SMP Negeri 2 Pedamaran dan juga untuk mengetahui implikasi bimbingan dan konseling terhadap gambaran perilaku burnout di SMP Negeri 2 Pedamaran. penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi sebanyak 120 siswa dari kelas IX. dan sampel diambil dari 60 siswa kelas IX.3 dan kelas IX.4 Sebanyak 60 siswa. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi, rumus untuk menghitung persentase dengan rumus norma kategori presentase dan interpretasi skor. Hasil penelitian persentase perilaku burnout di SMP Negeri 2 Pedamaran adalah sangat tinggi (ST) 40%, tinggi (T) 45%, sedang (S) 10%, rendah (R) 5%, sedangkan sangat rendah (SR) 0% tidak ada. Sedangkan implikasi bimbingan dan konseling guru tetap memberikan arahan agar perilaku burnout tidak terjadi meningkat seperti melakukan sosialisasi mengenai dampak perilaku kejenuhan dan memberikan motivasi agar para siswa memiliki pengetahuan.
Copyrights © 2020