Proses disengagement pelaku teror mulai marak terjadi. Faktor disengagement sangat beragam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran keluarga dalam disengagement pelaku teror. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif dan purposive sampling pada tiga orang laki-laki pelaku teror. Satu orang diantaranya terlibat dalam peristiwa Bom Bali 1, informan lain terlibat dalam jaringan MILF, dan informan terakhir adalah pelaku teror bom low explosive di sekitar tempatnya tinggal. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen BAP dan buku harian, serta pemberitaan media massa. Triangulasi dilakukan dengan melibatkan significant other informan utama. Kredibilitas penelitian didapat melalui triangulasi, member checking, dan paper trail. Keluarga berperan penting dalam proses disengagement. Budaya kolektivis di Indonesia membantu pelaku meninggalkan jalan teror. Keluarga mendukung pelaku untuk memulai kehidupan baru disaat mereka bimbang atas aksi kekerasan yang dilakukan. Menjadikan keluarga sebagai partner merupakan solusi baru dalam program rehabilitasi teroris.
Copyrights © 2020