XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang biobisnis bertaraf internasional. Produk PT. XYZ tersebut antara lain L-Tryptophan, L-Lysine HCL, L-Lysine SO4, Prosine, pupuk cair dan pupuk Zeta. Pada Departemen Refinery tepatnya pada proses produksi L-Lysine Pemborosan yang terjadi antara lain adalah adanya produk yang harus di-rework (karena tidak sesuai dengan kriteria perusahaan) pada saat produksi. Permasalahan ini merupakan pemborosan atau waste yang harus dihilangkan. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan Lean Manufacturing untuk mengurangi pemborosan yang terjadi. Lean manufacturing memiliki tool untuk memetakan aliran nilai sepanjang proses produksi, yaitu value stream mapping. Berdasarkan value stream mapping dapat diketahui aktivitas mana yang dapat memberikan nilai tambah dan yang tidak memberikan nilai tambah, Pemborosan yang terjadi selama proses produksi dapat dilihat pada current state map sehingga dapat diambil langkah untuk mengeliminasi pemborosan tersebut.Dengan menggunakan diagram Sebab Akibat, Five Why dan diagram SIPOC maka dapat diidentifikasi pemborosan yang terjadi dan juga tahap perbaikannya. Berdasarkan Value Stream Mapping didapatkan nilai rasio antara value added time dengan lead time sebesar 43,32%. Setelah diberikan usulan perbaikan maka estimasi perbandingannya menjadi 54,52%.
Copyrights © 0000