Latar belakang: Adanya kesalahan interpretasi dapat menyebabkan kesalahan dalam mendiagnosis yang berujung pada kesalahan perawatan. Keakuratan dalam mengidentifikasi struktur anatomi normal akan membantu praktisi kedokteran gigi untuk menginterpretasi hasil radiograf. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan mahasiswa preklinik dan klinik bagian kedokteran gigi dan mulut Universitas Sriwijaya mengenai struktur anatomi normal radiograf panoramik. Metode: Penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Penelitian ini melibatkan 100 subjek. Subjek penelitian terdiri atas kelompok mahasiswa preklinik (n=50) dan mahasiswa klinik (n=50). Pengetahuan struktur anatomi normal diukur menggunakan metode kuesioner online melalui Google form. Kuesioner berisi 15 pertanyaan pilihan ganda sambil diperlihatkan foto panoramik dengan waktu maksimal 20 menit. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil yang diperoleh struktur anatomi prosesus kondiloideus, tuberositas maksilaris, sinus maksilaris, palatum durum, inferior border of mandible, ramus mandibula, cervical vertebrae, artikularis eminensia, kanalis mandibularis, foramen mentalis dan submandibular gland fossa cukup baik diketahui oleh mahasiswa preklinik dan klinik. Pengetahuan prosesus koronoideus dan nasopharyngeal air space cukup rendah, terutama prosesus stiloideus dan lidah cukup rendah pada kedua kelompok. Nilai rerata skor pengetahuan pada kelompok mahasiswa preklinik lebih rendah namun tidak bermakna dibandingkan kelompok mahasiwa klinik (p>0,05). Kesimpulan: Mahasiswa preklinik dan klinik kedokteran gigi dan mulut Universitas Sriwijaya sama-sama memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai struktur anatomi normal radiograf panoramik.
Copyrights © 2020