Jurnal Poros Hukum Padjadjaran
Vol. 1 No. 1 (2019): JURNAL POROS HUKUM PADJADJARAN

IMPLEMENTASI PRINSIP ALTER EGO PENCIPTA LAGU DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA

Muhammad Hafizh (Universitas Padjadjaran)



Article Info

Publish Date
28 Nov 2019

Abstract

ABSTRAK Seiring semakin pesatnya perkembangan dunia digital maka hal tersebut memberikan dampak terhadap pola distribusi sebuah karya cipta lagu/musik dalam industry hiburan di Indonesia Musik dan lagu adalah karya seni hasil karya manusia yang terdampak atas berkembang pesatnya dunia digital. Karena adanya perubahan pola distribusi yang sebelumnya hanya mengandal kan CD namun pada saat ini untuk melakukan distribusi kaya cipta music atau lagu dapat dilakukan melalui berbagai macam Platform digital seperti JOOX, Spotify, dan iTunes. Dengan kemudahan yang siberikan sehingga hal tersebut memberikan ruang kepada siapapun untuk melakukan distribusi karya musik dan lagu tanpa memiliki izin dari seorang penciptanya. Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini bersifat deskriptif analitis guna memperoleh gambaran peraturan perundang-undangan yang berlaku dikaitkan dengan teori-teori hukum dan praktek pelaksanaan hukum positif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, dengan cara meneliti bahan pustaka yang disebut data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, literatur-literatur, artikel-artikel, pendapat dan ajaran para ahli serta implementasinya dalam praktek. Berdasarkan pembahasan diatas diperoleh kesimpulan bahwa Implementasi Prinsip Alter Ego yang mengakui Pencipta sebagai pemilik hak tertinggi, yang meletakkan dasar pengakuan hak moral maupun pemanfaatan hak ekonomi dari pencipta, sehingga pencipta memiliki hak alamiah untuk memanfaatkan ciptaannya dan mempertahankan ciptaannya terhadap gangguan apapun dari pihak lain berdasarkan Pasal 87 UUHC belumlah terpenuhi dikarenakan Pencipta harus menjadi anggota lembaga manajemen kolektif terlebih dahulu untuk mendapatkan manfaat ekonomi ataupun memperoleh royalty dari pemanfaatan ciptaannya secara komersial oleh pihak lain tanpa izin dari Pencipta. Perlindungan Hukum terhadap pencipta atas ciptaan lagu yang dinyanyikan ulang untuk tujuan komersial oleh Pihak Lain tanpa izin Pencipta dapat dilakukan melalui dua cara yaitu secara preventif dan represif ABSTRACT Along with the rapid digital development, that is increase to distribution pattern of music industry. Music and songs are work of arts which created by people of the rapid development music digital. Due to change of pattern in music digital which depend on CD, but at this time for music distribution copyright can use various digital platform e.g JOOX, Spotify, and iTunes, it is impact on disadvantage music creator. Research metodhs used is normative juridics. Those data used two paths, primer data are literatures, journal, and guidelines by law expert, while sekunder data consist of literature from primer data. Based on research obtained is implementation of the alter ego of principle which receive is creator who is the highest owner rights. The creator established basic for respecting moral rights and utilization of economic rights, that has a natural right to utilize his creation and maintain to help everyone else. On 87 UUHC unfulfilled because the creator must become a member of an institution that collects economic benefits from the commercial user without permission from the creator. Legal protection for the creator which song that was sung again for commercial purpose by others without the creator permission, it can be two ways are preventing and representing.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

jphp

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Poros Hukum Padjadjaran (JPHP) publishes peer-reviewed public and private law articles from scholars, policy makers, and legal practitioners. The majority parts of the journal focus on national related issues; other parts focus on comparative and transnational law issues, to stand on ...