Punden berundak Gunung Padang merupakan hasil temuan kembali pada tahun 1979. Sebelumnya temuan ini pernah dicatat oleh N.J. Krom pada tahun 1914. Sejak penemuan kembali pada tahun 1979, berturut-turut telah dilakukan penelitian oleh tim baik dari Direktorat Purbakala, PUSPAN (saat sekarang bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional), Balai Arkeologi Bandung, Pemerintah Daerah, serta berbagai kelompok masyarakat yang mencoba menggali nilai-nilai lain yang terkandung dalam tinggalan tersebut. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang fisik dan pola susun balok-balok batu penyusun struktur punden berundak yang disimpulkan merupakan refleksi adaptasi terhadap kondisi lingkungan dari masyarakat pendukung tradisi budaya megalitik pada masa lalu masa lalu. Kata kunci : nilai, pola fisik dan tumpukan, struktur, pundan berundak, adaptasi. The Gunung Padang stone terraces were discovered in 1979. Earlier, this remain was recorded by N.J. Krom in 1914 in Rapporten Oudheidkundige Dients that he wrote in 1914. Since its rediscovery in 1979, successive studies have been conducted by the Directorate of Antiquities, PUSPAN (now the Centre for Archaeological Research and Development), Bandung Institute of Archaeology, Bandung Local Government, and various community groups that try to explore the other values and relics contained in Gunung Padang stone terraces. Based on the result of the field studies and references, this paper will discuss the physical and stacking patterns of stone blocks making up the structure of Gunung Padang stone terraces as a visualization of the environmental adaptation in the past. Keywords : values, physical and stacking patterns, structure, stone terraces, adaptation
Copyrights © 2014