Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Berapa besarnya biaya dan pendapatan petani sayuran berdasar pola tanam di Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran? (2) Apakah terdapat perbedaan yang signifikan (nyata) antara total biaya, total penerimaan dan total pendapatan usahatani sayuran mentimun, cabai, dan cabai rawit?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan mengambil kasus di Desa Karangkamiri Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Jumlah responden yang di ambil sebanyak 31 orang dengan polatanam mentimun – cabai 20 orang, cabai – cabai rawit 7 orang dan mentimun – cabai rawit 4 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya biaya usahatani dengan pola tanam mentimun - cabai Rp.51.938.445.97,- per hektar per satu kali musim tanam, biaya usahatani cabai – cabai rawit Rp.55.181.960,- per hektar per satu kali musim tanam dan biaya usahatani mentimun - cabai rawit Rp.46.360.192,1,- per hektar per satu kali musim tanam. Besarnya pendapatan usahatani mentimun - cabai Rp.112.452.757,6- per hekatr per satu kali musim tanam, pendapatan usahatani cabai - cabai rawit Rp. 472.409.279,7per hektar per satu kali musim tanam dan hasil pendapatan usahatani mentimun-cabai rawit sebesar Rp.161.897.668,- per hektar per satu kali musim tanam. Hasil analisis dengan menggunaan uji Kruskal Wallis menunjukan bahwa pola tanam terhadap biaya, penerimaan dan pendapatan menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (nyata).
Copyrights © 2021