Lagu adalah sebuah alat komunikasi massa yang paling universal untuk menyampaikan pesan karena lagu dapat menggapai elemen kognitif dan emosi manusia. Di Indonesia musik digunakan pula sebagai sebuah instrumen kritik sosial. Salah satu musisi yang menyampaikan pesan kritik sosial melalui lagu-lagunya adalah band Efek Rumah Kaca, sebuah band indie asal Jakarta. Salah satu lagunya adalah Jingga, yang bercerita tentang bagaimana peserta Aksi Kamisan menuntut keadilan HAM terhadap penculikan aktivis pada 1997-1998. Karena sebuah lagu merupakan seni yang abstrak dan multimakna, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dibalik lirik tersebut dengan menggunakan metode analisis semiotika Saussure. Lirik dan chord dalam Lagu Jingga akan menjadi data primer dalam penelitian ini, sedangkan studi pustaka, wawancara dan observasi akan menjadi data sekunder dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah: Jingga merupakan wujud kepedulian dan kekaguman dari band Efek Rumah Kaca terhadap kegigihan peserta Aksi Kamisan yang selalu setia menuntut keadilan HAM selama 14 tahun. Lagu Jingga merepresentasikan semangat para peserta Aksi Kamisan untuk selalu membela hak asasi manusia pada kasus penculikan aktivis 1997-1998 lewat lirik dan chord yang ada di dalam lagu Jingga. Keterikatan antara lirik dan chrod pada lagu ini sangatlah kuat dan sangat membantu para pendengar lagu untuk memahami pesan dibalik lagu ini dengan baik.
Copyrights © 2021