Tulisan ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan dan perkembangan garap musikal dari Sekar Macapat Kinanthi menjadi beberapa bentuk gendhing, baik gendhing vokal maupun bentuk gendhing gamelan. Penulis menggunakan istilah perubahan dan perkembangan garap karena pada kenyataannya Sekar Macapat Kinanthi tidak hanya dibentuk menjadi gendhing gamelan saja, akan tetapi juga mengalami perkembangan dalam bentuk sajian vokal yang lain, seperti: sajian bawa dan palaran.Melalui analisis perbandingan sèlèh nada pada setiap baris sekar Macapat Kinanthi dengan beberapa bentuk gendhing sasaran, maka penulis mencoba untuk mengkorelasikan kerangka balungan gendhing, lagu vokal gerongan, dan garap rebaban pada bentuk-bentuk gendhing sasaran dengan sèlèh nada dan alur lagu dari jenis Sekar Macapat Kinanthi yang menjadi dasar penciptaannya. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan musikologis, dengan mendasarkan pada konsep garap, balungan, bentuk, dan struktur gendhing. Adanya penelitian ini, karena sebuah pemikiran sebagaimana yang dikemukakan oleh R. Ng. Warsapradangga, bahwa adanya suatu gendhing adalah dari sekar.
Copyrights © 2020