Susu formula merupakan susu buatan yang diubah komposisinya hingga dapat dipakai sebagai pengganti ASI. Penyakit ISPA mencakup saluran nafas bagian atas (Infeksi Saluran Pernafasan atas Akut (ISPA) yaitu infeksi yang menyerang hidung sampai bagian faring seperti : pilek, sinusitis, otitis media (infeksi pada telinga tengah) dan faringitis (infeksi pada tenggorokan). Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan pemberian susu formula dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6-12 bulan di Polindes Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro Tahun 2019.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di Polindes Desa Sukorejo Kabupaten Bojonegoro Tahun 2019 sebanyak 44 responden. Cara pengambilan dengan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner selanjutnya dilakukan editing, coding, scoring, tabulating dan dianalisa dengan uji Chi-Square dengan α = 0,05 Hasil penelitian ini adalah lebih dari sebagian responden yang memberi susu formula sebelum usia 6 bulan sebanyak 59,1% (26 responden) sedangkan lebih dari sebagian responden memiliki bayi tidak terjadi ISPA sebanyak 54,5% (24 responden). Sebanyak 83.3% (15 responden) yang diberi susu formula setelah usia 6 bulan tidak mengalami ISPA sedangkan dari 26 yang diberi susu formula sebelum usia 6 bulan sebanyak 65,7% (17 responden) dan bayi mengalami ISPA. Uji statistik dengan uji Chi-Square didapatkan hasil α = 0,001 sehingga H1 diterima ada hubungan pemberian susu formula dengan kejadian ISPA pada bayi usia 6-12 bulan di Polindes Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro tahun 2019
Copyrights © 2020