Kesulitan tidur di waktu malam hari seringkali terjadi pada lansia. Kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguang-gangguan antara lain, seperti: kecenderungan lebih rentan terhadap penyakit, pelupa, konfusi, disorientasi serta menurunnya kemampuan berkonsentrasi dan membuat keputusan Dalam meningkatkan kualitas tidur tidak hanya menggunkan manajemen farmakologis seperti penggunaan obat tidur tetapi juga dapat menggunakan manajemen non farmakologis/obat tradisional (herbal) yaitu madu yang dapat meningkatkan kualitas tidur. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tlogomas RW 06. Dalam penelitian ini digunakan metode eksperimen dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu terhadap kualitas tidur pada lansia. Pada lansia di Kelurahan Tlogomas RW 06. Alokasi waktu penelitian dari bulan Mei sampai Juni. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive samping, yaitu terknik yang didasarkan pada ciri atau sifat-sifat dari populasi yang memenuhi kriteria peneliti. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mengalami gangguan tidur berjumlah 60 lansia. Sedangkan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 lansia. Dari jumlah sampel yang diambil, 15 lansia diberi madu dan 15 lansia tidak diberi madu. Dari hasil penelitian dan pembahasan, didapatkan bahwa pemberian madu yaitu pada pre-test belum didapatkan hasil yang signifikan dan pada post-test memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Hal ini terlihat dari t-hitung t0,05.
Copyrights © 2020