Biomed Science
Vol 6, No 2 (2018)

HUBUNGAN RENDAHNYA KADAR HB, KEKURANGAN ENERGI KRONIK, HIPEREMESIS GRAVIDARUM DENGAN RESIKO TERJADINYA BBLR

Suhartik Suhartik (Program Studi Diploma IV Bidan Pendidik Universitas Tribhuwana Tunggdewi)
Yusnita Julyarni Akri (Program Studi Diploma IV Bidan Pendidik Universitas Tribhuwana Tunggdewi)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2018

Abstract

Berat badan lahir rendah( 2500 gr ) merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kematian perinatal dan neonatal. Berat badan lahir rendah dibedakan dalam dua kategori yaitu berat badan lahir rendah karena premature dan berat badan lahir rendah karena intra uterine growth retardation(IUGR) BBLR dan IUGR sebagai akibat ibu dengan status gizi buruk anemia, kekurangan energi kronik, hyperemesis gravidarum.Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara Anemia, Kekurangan Energi Kronik dan Hyperemesis dengan resiko terjadinya BBLR di Puskesmas Singosari. Metode penelitian ini  mengunakan  metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Janis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskritif korelatif. Metode pengumpulan data yang digunakan kuesioner, observasi, wawancara dengan dokumentasi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil berjumlah 30 orang.Dianalisis dengan menggunakan regresi linear berganda.Variable anemia (X1), variable KEK (X2) variable hyperemsis gravidarum (X3), variable BBLR (Y).Berdasarkan hasil analisa didapatkan hasilThitung variable anemia (X1) sebesar 5,454 T0,05 (2,479) yang berarti bahwa anemia mempunyai hubungan yang signifikan terhadap resiko terjadinya BBLR, variabel KEK (X2) T hitung  8,968 T0,05 (2,479) yang berarti bahwa KEK mempunyai hubungan sehingga yang signifikan terhadap resiko terjadinya BBLR, variable Hiperemesis gravidarum (X3)  Thitung  11,496 t0,05 (2,479) mempunyai hubungan yang signifikan terhadap resiko terjadinya BBLR, nilai F hitung = 43,140 dari nilai F0,05 = 2,95 dapat diartikan bahwa ketiga variable yang diteliti yaitu anemia, KEK, hiperemesis gravidarum mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap resiko terjadinya BBLR, nilai koefisien determinasi atau R square sebesar 0,833 nilai tersebut membuktikan bahwa ketiga variabel yang diteliti yaitu anemia, KEK, dan hiperemesis gravidarum memiliki hubungan yang signifikan terhadap resiko terjadinya BBLR sebesar 83,3% sedangkan 16,7% dipengaruhi oleh faktor lain, dilihat dari hubungan ke tiga  variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) yang dapat disimpulkan bahwa variabel X (hiperemesis gravidarum) lebih dominan terhadap resiko terjadinya BBLR (Y ) yang dibuktikan dengan nilai t hitungt hitung  11,496 t0,05 (2,479).

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

biomed

Publisher

Subject

Dentistry Medicine & Pharmacology Public Health Veterinary

Description

Biomed Science : ISSN 2338-5189 (media cetak) , adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang kesehatan dan kebidanan. Scope jurnal terdiri dari kebidanan,kesehatan,kesehatan masyarakat Setiap naskah yang diserahkan akan ditinjau oleh satu ...