Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia mencanangkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada masyarakat Indonesia sebagai pembiayaan modal kerja dan investasi kepada debitur usaha yang produktif dan layak, namun belum memiliki agunan tambahan. Sebelum menyalurkan dana melalui pembiayaan pada debitur, pihak Bank terlebih dahulu melakukan penilaian debitur (analisis kredit) dengan variabel 5C untuk mengetahui layak atau tidaknya debitur tersebut menerima kredit. Proses penilaian kredit tersebut pada prinsipnya dimaksudkan untuk menganalisis dan menilai prospek calon debitur guna memperoleh indikasi kemungkinan terjadinya default oleh calon debitur. Tujuan pada penelitian ini adalah membangun model dengan menggunakan metode fuzzy decision tree yaitu algoritme Fuzzy ID3 dalam membentuk aturan klasifikasi yang kemudian digunakan untuk proses pengambilan keputusan dengan menggunakan Fuzzy Inference System Mamdani. Pada penelitian ini juga melakukan pengukuran tingkat akurasi dari hasil model yang terbentuk. Penelitian ini telah berhasil membangun model berdasarkan data 5C dengan menggunakan metode fuzzy decision tree dalam membentuk aturan keputusan kredit usaha rakyat. Jumlah aturan klasifikasi yang dihasilkan adalah sebanyak 11 aturan (rule) dengan nilai akurasi data uji sebesar 80 %. Berdasarkan aturan klasifikasi yang terbentuk dan berdasarkan dari hasil uji kolerasi 5C, maka faktor yang paling menetukan sesorang dapat diterima adalah character dan capacity.
Copyrights © 2016