Abstrak: Pemuridan adalah topik diskusi yang panjang di dalam kehidupan sejarah gereja. Sekarang, banyak pola dan model yang ditawarkan kepada gereja untuk meraih tujuan yang menarik ini, menjadi seorang murid Kristus sejati. Demi mencari pola-pola dan model-model ini kita tidak dapat menghindari tradisi masa lalu gereja dalam menghadapi masalah ini. Salah satu dari tradisi yang luar biasa ini adalah menyuburkan tanah untuk komunitas modern kita sekarang dengan belajar isu-isu ini dari masa Puritan. Kita perlu tradisi Puritan sekarang karena kekayaan tradisi ini akan membantu kita untuk membuat murid-murid Kristus. Visi budaya Puritan adalah untuk membuat pikiran, hati, dan hidup sejalan dengan Firman Tuhan. Visi yang sangat jelas ini dijalankan di dalam setiap aspek kehidupan, dari rumah, gereja, dan masyarakat. Program untuk mencapai tujuan ini adalah sederhana dan dapat diraih. Segala komunitas dilibatkan ke dalam program besar ini. Pelayan-pelayan gereja, para orang tua, dan semua orang percaya adalah sebuah tim untuk mencapai tujuan yang berguna ini dan mereka masing-masing memiliki tanggung jawab. Pembaruan gereja terus ditanam dalam pemuridan supaya setiap orang percaya dibentuk di dalam karakter tuan mereka, sebagai penerus Yesus di dalam kerajaan-Nya. Kita menyadari bahwa setiap era mempunyai waktunya sendiri-sendiri, namun belajar dari masa lalu dan tradisi yang baik selalu memberikan kepada kita pencerahan yang menginspirasi kita untuk terus melanjutkan tugas yang besar ini di dalam gereja. Gereja adalah seperti seorang penggembara yang berjalan bersama dengan umat Allah di segala zaman dan waktu, dan karena itu gereja tidak seharusnya lupa apa yang telah terjadi dalam kehidupan gereja sebelumnya demi pembelajaran kita pada hari ini. Pembentukan spiritual Puritan yaitu pembentukan pikiran, hati, dan hidup untuk menjadi murid-murid Kristus di dunia ini yang memuliakan Tuhan adalah layak menjadi pembelajaran gereja hari ini. Kata-kata Kunci: Puritan, pemuridan dan pembaharuan gereja, pembentukan pikiran, hati, dan jiwa.
Copyrights © 2017