Hal yang menjadi dasar pemikiran penulis adalah Allah adalah Komunikator yang Agung itu selalu berkomunikasi dengan manusia dalam kesegaran dan kreativitas-Nya. (h. 23-24). Oleh karena itu Alkitab yang merupakan wahyu khusus-Nya melimpah dengan berbagai bentuk (genre) sastra, seperti: puisi, hukum, perumpamaan, cerita, dll. (h. 24). Oleh karena dua hal itu, maka seseorang perlu berkhotbah dengan variasi melalui memperhatikan dan memanfaatkan bentuk (genre) bagian yang akan dikhotbahkan (h. 24). Seseorang harus berkhotbah dengan variasi, karena teks yang dipakainya juga menggunakan variasi. (h. 34).
Copyrights © 2014