Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh dari berbagai jenis fungisida alami terhadap resiko fusarium penyakit layu (Fusarium oxysporum) in vitro. Percobaan dilakukan di Laboratorium Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Garut September-Oktober 2015. Perlakuan sebanyak 16 yang diulang sebanyak dua kali yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Semua data yang diamati dianalisis dengan uji scott knott. Perlakuannya yaitu: F0 = (Tanpa fungisida), F1 = Chitosan 1%, F2 = Chitosan 2%, F3 = Ekstrak Bayam duri 5%, F4 = Ekstrak Bayam duri 10%, F5 = Ekstrak Bawang putih 5%, F6 = Ekstrak Bawang putih 10%, F7 = Ekstrak Jawer kotok 5%, F8 = Ekstrak Jawer kotok 10%, F9 = Ekstrak kangkung 5%, F10 = Ekstrak kangkung 10%, F11 = Ekstrak Sirih 5%, F12 = Ekstrak Sirih 10%, F13 = Ekstrak serai wangi 5%, F14 = Ekstrak wangi 10%, F15 = fungisida sintetis 3g/liter. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 10% (F6) memberi efek terbaik pada penghambatanpertumbuhan hifaF. oxysporumyang ditunjukkan nilai terendah dalam panjang hifa dan diameter penghambatan. Kata kunci: Fungisida alami, Penyakit layu Fusarium, In vitro
Copyrights © 2016