Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (WKBPP) Limboro dan Alu Kabupaten Polewali Mandar. Setiap BPP memiliki seorang kepala BPP dan dibantu oleh seorang Supervisor/Bagian Programa yang membawahi masing-masing 22 orang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang tersebar di seluruh Desa se-Kecamatan Limboro dan Alu. Sehingga secara keseluruhan terdapat 44 orang PPL yang tersebar di kedua WKBPP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan penyuluhan, serta untuk mengetahui seberapa besar tingkat penerimaan peserta pelatihan dari materi yang telah disajikan, disamping sebagai salah satu indikator kinerja penyuluh dalam melaksanakan fungsi-fungsi penyuluhan. Analisis Dampak Pelaksanaan Penyuluhan ini seyogianya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun materi penyuluhan berikutnya, serta sebagai salah satu parameter utama dalam mengkaji dan mengevaluasi kinerja pribadi dari pemateri/narasumber yang bersangkutan. Hasil penelitian meninjukkan bahwa (1) Secara umum terjadi peningkatan kemampuan kognitif peserta pelatihan yang menjadi objek ukur Analisis Dampak Pelaksanaan Penyuluhan sebesar 60,68% untuk responden asal WKBPP Limboro, dan 73,18% untuk responden asal WKBPP Alu. (2) Responden di kedua WKBPP (Limboro dan Alu) umumnya meyakini secara signifikan akan manfaat dari penyelenggaraan penyuluhan dengan tema “Pengendalian Penyakit Ternak Sapi” dengan tingkat keyakinan sebesar 92,45%. (3) Secara umum kapasitas pemateri dan tahapan pelaksanaan penyuluhan dengan tema “Pengendalian Penyakit Ternak Sapi’ oleh responden dianggap sangat relevan, efektif, dan efisien sebagaimana yang diharapkan, dengan tingkat keberhasilan mencapai 97,91%; dengan seluruh atribut pertanyaan memberikan scoring di atas nilai 90%.
Copyrights © 2018