Jaringan utilitas pada konstruksi gedung bertingkat yaitu seperti saluran kabel listrik, perpipaan, kabel telepon, pendingin ruangan dan lain-lain, biasanya ditempatkan  pada  ruang  dibagian atas  plafon  atau dipasang menempel pada balok. Dengan meletakkan utilitas pada balok dapat meminimalisasi tinggi atau space dari ruang, juga akan mereduksi volume beton yang digunakan serta lebih rapi. Maka akan memungkinkan untuk mendesain bukaan pada balok beton bertulang, dimana selain berfungsi sebagai struktur yang menahan dan menyalurkan beban-beban yang bekerja di atasnya, tapi juga berfungsi sebagai pendukung utilitas. Pelaksanaan penelitian ini di program Finite Elemen Method dikondisikan sama dengan keadaan di lapangan. Dalam penelitian dibuat 3 (tiga) variasi letak bukaan , sehingga total model menjadi 3 buah. Dimensi lubang yang digunakan yaitu luas lubang 270 cm2 atau ukuran perseginya yaitu 16,43 x 16,43 cm2. Variasi letak bukaan pada balok mempengaruhi kemampuan balok menahan beban. Semakin banyak jumlah lubang semakin kecil kemampuan balok menahan beban dan letak bukaan pada daerah lapangan lebih baik dalam menahan beban daripada didaerah tumpuan. Hal ini terlihat dari perilaku deformasi yang terjadi sebelum keruntuhan terjadi. Retak yang terjadi pada semua model kebanyakan adalah retak vertikal, hal ini mengindikasikan bahwa sangat diperlukan penambahan tulangan tarik untuk mencegah lebih awal keruntuhan lentur beton yang bersifat getas.Kata kunci : balok, beton, bukaan, finite elemen method
Copyrights © 2019