Fungsionalisasi al-Qur’an seharusnya dimulai dari para elit muslim, baik intensitas maupun cara berinteraksinya dengan kitab sucinya itu. Dari penelitian ini terlihat bahwa bahwa interaksi mereka dengan al-Qur’an dilakukan secara intensif, terutama dalam bentuk membaca, baik terjadwal maupun insidentil, meskipun seringkali tertunda. Bentuk interaksi lainnya seperti mengajarkan al-Qur’an dengan beragam cara dan di berbagai kesempatan. Motivasi utamanya adalah ibadah kepada Allah Swt., yang dapat melahirkan ketenangan jiwa. Mereka juga menyadari bahwa al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia. Ekplorasi tuntunan al-Qur’an dilakukan ketika terdapat masalah yang membutuhkan jawaban berdasarkan tuntunan al-Qur’an, sehingga eksplorasi yang dilakukan masih bersifat temporal, situasional dan kasuistis.
Copyrights © 2014