Dalam empat tahun terakhir tingkat pelanggaran lalu lintas di wilayah Kuningan yang terus meningkat dan paling banyak dilakukan oleh pelajar SMA. Sebagai upaya dalam mengurangi pelanggaran tersebut, unit Dikyasa membentuk program Polisi Pelajar (Poljar) untuk memberikan edukasi tertib berlalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelaksanaan program Polisi Pelajar, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi belum optimalnya pelaksanaan program Polisi Pelajar sebagai upaya mengurangi pelanggaran lalu lintas. Penelitian ini menggunakan Teori dan Konsep untuk menganalisis fokus penelitian. Teori yang digunakan meliputi Teori Penegakan Hukum dan Teori Manajemen. Konsep penelitian meliputi Optimalisasi, Pendidikan Masyarakat Bidang Lalu Lintas (Dikmas Lantas), Pelanggaran Lalu Lintas, dan Pelajar. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian adalah deskriptif analistik. Sumber data primer, sekunder, dan tersier. Teknik pengumpulan data dengan Wawancara, Observasi, dan Studi Dokumen. Dan Validitas data dengan Triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data dengan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa pelanggaran lalu lintas di wilayah Kuningan didominasi oleh para pelajar SMA. Pelanggaran tersebut dipengaruhi oleh faktor hukumnya sendiri, faktor penegak hukumnya, faktor sarpras yang mendukung, faktor masyarakat, dan faktor budaya. Dalam pelaksanaan Program Polisi Pelajar juga belum optimal karena beberapa faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi pelaksanaanya. Saran penelitian guna mengoptimalkan pelaksanaan Program Polisi Pelajar (1) dilaksanakan analisis dan evaluasi secara rutin, (2) memperluas objek pelaksanaan dikmas lantas, (3) membangun koordinasi yang baik antar personil, (4) meningkatkan kegiatan yang melibatkan pelajar.
Copyrights © 2020