Toleransi: Media Ilmiah komunikasi Umat Beragama
Vol 11, No 1 (2019): Januari - Juni

RITUAL KEMATIAN DALAM KOMUNITAS HINDU DI PEKANBAR: Sebuah Tranformasi dan Adaptasi

Sumiati Sumiati (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)
Khairiyah Khairiyah (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)



Article Info

Publish Date
22 Nov 2019

Abstract

Dalam keyakinan Agama Hindu, ritual kematian bermakna sebagai tahap pengembalian panca maha bhuta. Tujuan ini dicapai dengan menyelenggarakan ngaben, yakni adat kreamsi dengan rangakaian ritual tertentu. Akan tetapi, penyelenggaraan ngaben menjadi hal yang mustahil bagi komunitas Hindu di Pekanbaru baru mengingat banyaknya aspek dan syarat perngabenan yang sulit dipenuhi di wilayah yang jauh dari Bali, tempat asal tradisi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dan yang menjadi pendukung adalah buku-buku yang ditulis oleh tokoh-tokoh Hindu, Seperti Pudja, I Ketut Purwa, Ida Ayu Putu Surayin, I Wayan Sujana, Yudha Triguna, dan buku-buku serta literatur lainnya. Penelitian ini menjelaskan bahwa komunitas Hindu mneyelanggarakan ritual kematian sebagai ritual yang ditujukan untuk para leluhur agar rohnya dapat diterima oleh Sang Hyang Widhi. Pilihan-pilihan kematian bagi komunitas Hindu meletakkan prioritas utama pada ritual ngaben. Adapun prosesi ngaben ini dimulai dari memandikan jenazah hingga pengabenan. Bagi Umat Hindu di Pekanbaru, pengabenanan dilakukan dengan cara baik jenazahnya dipulangkan langsung ke Bal untuk diritualkan maupun dengan menumpang di tempat kremasi agama Budha. Namun demikian, jika keadaan ini tidak memungkinkan, maka bisa dilakukan dengan cara mendem sawa/ mengebumikan (mengubur) jenazah. Ketika ritual-ritual telah selesai maka akan dilakukan kenduri tiga hari berturut-turut, kemudian dilakukan lagi pada hari ketujuh, hari keempat puluh, hari keseratus, hari keseribu, dan menggunakan sesajen-sesajen yang ditujukan bagi arwah yang telah meninggal. dari hasil penelitian tergambar proses adaptasi yang dilakukan komunitas Hindu di Pekanbaru dalam ritual kematian, mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk menyelenggarakan pengabenan sebagaimana halnya di Bali. adaptasi-adaptasi tersebut pada gilirannya mengahsilkan suatu transformasi dalam ritual kematian umat Hindu

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

toleransi

Publisher

Subject

Religion

Description

Jurnal Toleransi mempublikasikan hasil-hasil penelitian, baik hasil kajian lapangan maupun kepustakaan. Fokus utama Jurnal Toleransi meliputi: Relasi antar dan intern umat beragama; Pluralisme; Multikulturalisme; Hubungan antar ...