Bio-crude oil, yang diproduksi dari proses likuifaksi biomassa lignoselulosa,dapat dijadikan salah satualternatifenergi dari sumberdaya terbarukan. Eksperimen likuifaksi ini melibatkan solventdan terjadipada suhu tinggi dan tekanan tinggi dalam reaktor batch. Studi ini mempelajari pengaruh mediapelarut etanol-air (0-100%), suhu(250-350oC), dan waktu reaksi(0 – 90 menit) pada likuifaksibiomassa. Selain itu, penggunaan air dalam proses juga dibuktikan dapat mempercepat reaksi ke arahproduk. Kondisi operasi optimum likuifaksi biomassa (kayu pinus) dicapai pada campuran etanol/air60/40 (w/w) pada suhu reaksi 300oC, dan waktu reaksi 30 menit. Di atas 300oC, hasil residu padatbertambah secara signifikan karena re-polimerisasi. Selain itu, waktu reaksi yang berkepanjanganlebih dari 1 jam meningkatkan yield residu padat. Selama recovery (separasi) produk, bio-crude oilcenderung terikut melalui filter saat menggunakan etanol dalam proses pencairan. Terungkap bahwabio-crude oil sebagian terlarut dalam campuran etanol/air. Kelarutan bio-crude oil yang hidrofobikmeningkat secara proporsional dengan jumlah konsentrasi etanol. Campuran etanol dan airmenunjukkan efek sinergis pada proses pencairan. Air mempercepat reaksi dekomposisi, dan secarabersamaan, etanol dapat melarutkan senyawa berat molekul berat dari matriks padat.Kata kunci: likuifaksi biomassa, kayu pinus, etanol, air, likuifaksi hidrotermal
Copyrights © 2018