Dalam Peraturan pemerintah (PP) No 19/1994 dan PP No.12/1995 tentang limbah B3 (Bahan berbahaya dan beracun), sianida dan senyawa-senyawa termasuk dalam kelompok bahan berbahaya dan beracun. Banyak sumber sianida di lingkungan, salah satunya bersumber dari buangan industri tapioka dan industri elektroplating. Karena itu upaya pengolahan limbah untuk menghilangkan racun sianida perlu dilakukan. Pengolahan limbah biologi dengan sistem lumpur aktif, diarahkan untuk menurunkan atau menyisihkan substrat yang mengandung sianida dengan menggunakan jasa mikroba. Namun . Untuk lebih jauh mengetahui bagaimana pemanfaatan senyawa sianida oleh mikroba yang terkandung dalam air buangan tersebut, dalam penelitian ini dilakukan uji penggunaan sianida oleh bakteri Bacillus cereus dan Pseudomonas fluorescens, yang merupakan bakteri dominan hasil isolasi dari sistem pengolah limbah tersebut. Uji dengan menggunakan variasi komposisi media dengan menggunakan senyawa KSCN sebagai pengganti sumber karbon dan atau nitrogen, dilakukan dengan menggunakan reaktor batch pada kondisi aerob. Dari hasil uji penggunaan sianida, menunjukkan bahwa bakteri Bacillus cereus mampu menggunakan sianida sebagai sumber karbon dan nitrogen dengan laju pertumbuhan spesifik (µ) sebesar µ=0.0061/Jam. Sedangkan bakteri Pseudomonas fluorescens mampu menggunakan sianida hanya sebagai sumber nitrogen dengan laju pertumbuhan spesifik (µ) sebesar µ=0.0085/Jam
Copyrights © 2006